Pada tingkat global, masalah perubahan iklim seringkali memicu konflik dan ketidakadilan, terutama bagi komunitas yang rentan. Bagaimana gereja dan umat Kristen dapat menginterpretasikan dan mengaplikasikan panggilan untuk damai sejahtera Kristus dalam menghadapi krisis perubahan iklim ini secara relevan dan transformatif?