Sebuah perusahaan besar mempekerjakan buruh anak di negara berkembang dengan alasan membantu keluarga miskin mendapatkan penghasilan, meskipun melanggar konvensi hak anak internasional. Jika seorang pimpinan perusahaan adalah seorang Kristen, bagaimana ia seharusnya meninjau kembali kebijakan tersebut berdasarkan prinsip-prinsip Kristen tentang keadilan sosial dan perlindungan anak?