Membimbing siswa untuk meninjau kembali narasi penciptaan (Kejadian 1:27, 'laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya') yang menekankan kesetaraan martabat, ajaran Yesus tentang penghormatan perempuan, serta panggilan gereja untuk menjadi agen pembebasan dari segala bentuk penindasan, termasuk kekerasan berbasis gender.