Produksi klorin (Cl2) secara industri umumnya dilakukan melalui elektrolisis larutan NaCl pekat (proses klor-alkali). Pada anoda, diharapkan terjadi oksidasi ion Cl− menjadi Cl2. Namun, dalam larutan air, molekul air (H2O) juga dapat teroksidasi menjadi O2 gas. Data potensial reduksi standar (E∘) yang relevan: Cl2(g)+2e−→2Cl−(aq)E∘=+1.36 V; O2(g)+4H+(aq)+4e−→2H2O(l)E∘=+1.23 V; Br2(aq)+2e−→2Br−(aq)E∘=+1.07 V. Meskipun secara termodinamika oksidasi air (H2O→O2) seharusnya lebih mudah terjadi (membutuhkan potensial oksidasi yang lebih rendah), namun pada elektrolisis larutan NaCl pekat, Cl2 tetap terbentuk dominan di anoda. Selain itu, klorin sering digunakan untuk mengekstraksi bromin dari air laut. Manakah pernyataan yang paling tepat menjelaskan fenomena tersebut?