Mengedepankan dialog saling pengertian dengan landasan prinsip 'Ren' (Cinta Kasih) dan 'Li' (Tata Susila), di mana kedua pihak berusaha memahami perspektif dan kebutuhan satu sama lain, mencari titik temu yang menghormati tradisi sekaligus membuka ruang bagi kemajuan.