Sepasang calon suami istri menghadapi tekanan besar dari keluarga untuk segera menikah, meskipun mereka merasa belum siap secara finansial dan emosional. Mereka juga memiliki pandangan berbeda mengenai peran gender dalam rumah tangga setelah menikah. Sebagai seorang Katolik, bagaimana mereka seharusnya menyikapi situasi ini berdasarkan pemahaman tentang sakramen perkawinan?