Seorang tokoh masyarakat Katolik dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, sering membantu yang miskin, dan menyumbangkan hartanya untuk pembangunan gereja. Namun, ia juga dikenal sering mengkritik keras kebijakan Gereja lokal dan para rohaniwan di media sosial, bahkan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Bagaimana Anda mengevaluasi perilaku tokoh ini dalam konteks panggilan awam dan tanggung jawabnya terhadap Gereja?