Sebuah perusahaan manufaktur berhasil meraih keuntungan besar dengan menerapkan kebijakan upah minimum yang ketat, mempekerjakan buruh kontrak tanpa jaminan sosial, dan mengabaikan standar keselamatan kerja demi efisiensi produksi. Meskipun secara hukum praktik ini mungkin tidak seluruhnya ilegal, namun banyak pihak mengkritik etika bisnis perusahaan tersebut. Dari perspektif etika Kristiani, bagaimana seharusnya Gereja mengevaluasi dan menyikapi praktik bisnis semacam ini?