Suatu negara menerapkan kebijakan imigrasi yang sangat ketat, bahkan menolak pengungsi yang melarikan diri dari perang dan bencana, dengan alasan untuk melindungi sumber daya dan identitas nasional. Bagaimana seorang Katolik yang memahami ajaran Gereja tentang kebaikan bersama dan solidaritas akan mengevaluasi kebijakan tersebut?