Setelah 10 tahun perkawinan, sepasang suami istri Katolik, Anton dan Maria, mengalami konflik berkepanjangan dan merasa sudah tidak ada lagi cinta di antara mereka. Anton berpendapat bahwa Tuhan tidak menghendaki mereka terus menderita dalam perkawinan yang tidak bahagia, sehingga mereka sebaiknya bercerai. Bagaimana seharusnya respons terhadap keinginan Anton ini berdasarkan ajaran Gereja Katolik mengenai sifat perkawinan?