Dalam Efesus 5:25, Rasul Paulus menasihati suami: 'Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.' Ayat ini seringkali menjadi dasar bagi pemahaman peran suami dalam perkawinan Katolik. Bagaimana nasihat ini menuntut suami untuk bertindak secara konkret dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika menghadapi perbedaan pendapat atau kebutuhan dalam rumah tangga?