Dalam pementasan wayang kulit, tokoh Bima sering digambarkan memiliki watak 'gagah prakosa', jujur, dan selalu membela kebenaran dengan caranya sendiri yang lugas. Namun, ia juga memiliki kelemahan yaitu terkadang terlalu emosional dan kurang mempertimbangkan dampak perkataannya. Jika Bima hidup di era modern sebagai seorang pemimpin perusahaan, tantangan etika manakah yang paling mungkin ia hadapi dan bagaimana karakteristiknya akan memengaruhi penyelesaiannya?