PAT Semester 2

LATIHAN1/10
No. 1

Sebuah geguritan modern berjudul 'Kidung Swara Angin' menggunakan metafora angin sebagai representasi perubahan sosial yang tak terelakkan dan seringkali membawa dampak yang tidak terduga. Penulis memilih diksi yang sederhana namun penuh makna simbolis. Jika geguritan ini ditinjau dari perspektif filsafat Jawa tentang 'Cakra Manggilingan' (roda berputar kehidupan), interpretasi mana yang paling mendalam?