Pemerintah daerah berencana membangun sebuah pusat perbelanjaan modern di atas lahan yang selama ini digunakan sebagai sawah produktif dan memiliki nilai historis sebagai situs pemandian kuno. Masyarakat setempat terpecah antara mendukung pembangunan demi kemajuan ekonomi dan menolak demi pelestarian budaya serta lingkungan. Jika Anda adalah seorang budayawan Jawa, bagaimana Anda akan menyikapi situasi ini dengan mengacu pada prinsip 'memayu hayuning bawana'?