Dalam sebuah geguritan modern, terdapat larik 'Angin wengi nggawa swara tangis, ngrerintih ing saben pojok kutha.' (Angin malam membawa suara tangis, merintih di setiap sudut kota). Majas (gaya bahasa) apa yang dominan dalam larik tersebut dan bagaimana efeknya terhadap makna yang ingin disampaikan oleh penyair?