Aksara Jawa memiliki beberapa sandhangan swara seperti wulu (i), suku (u), taling (e), taling tarung (o), dan pepet (ə). Penggunaan sandhangan ini sangat menentukan pelafalan dan makna kata. Perhatikan kata-kata berikut: 'ꦱꦼꦒ' (sega), 'ꦱꦶꦒ' (siga), 'ꦱꦸꦒ' (suga), 'ꦱꦺꦒ' (sega/sega'). Manakah pernyataan analisis yang paling tepat mengenai perbedaan makna dan pelafalan kata-kata tersebut berdasarkan penggunaan sandhangan swara?