Konsep 'Manunggaling Kawula Gusti' sering diinterpretasikan dalam berbagai konteks, termasuk dalam hubungan antara pemimpin dan rakyat. Jika filosofi ini diterapkan dalam sistem pemerintahan modern yang demokratis, bagaimana seharusnya seorang pemimpin merefleksikan prinsip ini dalam gaya kepemimpinannya?