Seorang penulis artikel opini berbahasa Jawa berargumen bahwa revitalisasi seni karawitan harus dimulai dari kurikulum sekolah dasar. Penulis ini memberikan contoh keberhasilan sebuah sekolah di pedesaan yang berhasil mempopulerkan karawitan. Namun, penulis tidak membahas tantangan implementasi di sekolah perkotaan yang memiliki fasilitas dan sumber daya berbeda. Bagaimana Anda mengevaluasi kekuatan argumen penulis tersebut?