Pak Budi, kepala desa yang dikenal bijaksana, dihadapkan pada dilema pembangunan irigasi yang mendesak. Ada dua opsi utama: pertama, membangun irigasi modern dengan biaya tinggi namun efisien; kedua, memperbaiki irigasi tradisional dengan biaya rendah namun memerlukan partisipasi warga yang lebih besar. Setelah mengadakan musyawarah intensif dengan tokoh masyarakat dan perwakilan warga, mayoritas memilih opsi kedua. Namun, Pak Budi merasa opsi pertama lebih menjanjikan hasil jangka panjang. Bagaimana seharusnya Pak Budi bersikap berdasarkan Q.S. Ali Imran: 159?