Sebuah organisasi kepemudaan Islam sedang memilih ketua baru. Salah satu calon memiliki retorika yang sangat memukau dan ambisi besar, namun diketahui kurang memiliki empati terhadap anggota, sering mengambil keputusan sepihak, dan kurang transparan dalam pengelolaan dana. Sementara calon lain, meskipun kurang populer, dikenal sangat jujur, amanah, mendengarkan masukan, dan selalu mengutamakan musyawarah. Berdasarkan prinsip-prinsip kepemimpinan dalam Islam (seperti sifat-sifat Rasulullah SAW: siddiq, amanah, tabligh, fathanah), siapakah yang lebih layak dipilih dan mengapa?