Penemuan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih memunculkan dilema etika. Di satu sisi, AI dapat membawa kemaslahatan besar bagi umat manusia dalam berbagai bidang. Di sisi lain, potensi penyalahgunaan seperti pengawasan massal, bias algoritma, atau bahkan ancaman terhadap pekerjaan manusia memunculkan kekhawatiran. Bagaimana seharusnya umat Islam menyikapi perkembangan AI ini berdasarkan prinsip-prinsip Al-Qur'an dan Sunnah?