Seorang individu muslim dihadapkan pada dilema etis dalam penggunaan media sosial. Ia seringkali merasa tertekan untuk membagikan pencapaian pribadinya secara berlebihan demi mendapatkan validasi sosial (like dan komentar), meskipun ia menyadari hal tersebut dapat menimbulkan riya' dan kesenjangan sosial di antara teman-temannya. Dalam konteks ajaran Islam, bagaimana seharusnya individu tersebut menyikapi fenomena ini agar tetap menjaga integritas akhlaknya?