Prinsip 'kebebasan berpendapat' adalah salah satu pilar penting dalam demokrasi. Dalam Islam, kebebasan ini dikenal sebagai 'hurriyah' yang dibatasi oleh syariat dan etika. Bagaimana batasan kebebasan berpendapat dalam Islam dapat menciptakan lingkungan diskursus publik yang konstruktif dan bertanggung jawab, berbeda dengan kebebasan tanpa batas yang cenderung memicu konflik?