Setiap malam, Bayu selalu dihantui oleh bayangan kegagalan masa lalunya. Keputusan yang salah di masa kuliah, hubungan yang kandas, dan impian yang tak pernah terwujud, semua itu berputar di benaknya seperti kaset rusak. Ia tahu harus bangkit, harus melupakan, tetapi suara-suara sumbang di kepalanya terus membisikkan bahwa ia tidak cukup baik, tidak akan pernah berhasil.