"Novel 'Merajut Asa di Balik Kabut' karya S. Kertajaya memang memukau dari segi alur cerita yang tak terduga. Namun, bahasa yang digunakan terasa terlalu baku dan kaku untuk sebuah fiksi yang berlatar kehidupan pedesaan. Dialog antar tokoh kurang hidup, seringkali terdengar seperti monolog yang dipaksakan. Hal ini sedikit mengurangi kedalaman emosi yang seharusnya bisa dirasakan pembaca. Penggambaran latar juga terasa kurang detail, padahal potensi keindahan alam pedesaan bisa dieksplorasi lebih jauh."Berdasarkan kutipan resensi di atas, aspek utama yang menjadi sorotan kritik reviewer adalah...