Seorang mahasiswa ingin menulis tanggapan kritis terhadap fenomena 'cancel culture' di media sosial. Ia ingin tidak hanya menggambarkan dampak negatifnya, tetapi juga menganalisis akar masalahnya dari sudut pandang etika komunikasi dan menyajikan solusi alternatif yang konstruktif. Jenis tulisan manakah yang paling sesuai untuk tujuan tersebut, dan mengapa?