Sebuah catatan harian seorang perwira kolonial Inggris mengenai Perang Aceh selalu menyebut Teuku Umar sebagai 'bandit' dan 'pemberontak keji', sementara sumber-sumber lokal Aceh mengagungkannya sebagai 'pahlawan' dan 'syuhada'. Perbedaan deskripsi tersebut mengindikasikan adanya bias yang kuat, terutama karena...