Sistem Catur Warna seringkali disalahpahami sebagai sistem kasta yang kaku dan diskriminatif di masyarakat modern. Namun, dalam teks-teks Veda, Catur Warna dijelaskan berdasarkan guna (bakat) dan karma (profesi/pekerjaan), bukan berdasarkan kelahiran. Mengapa pemahaman yang benar tentang Catur Warna berdasarkan guna dan karma, bukan kelahiran, menjadi sangat krusial dalam menjaga relevansi ajaran Hindu di tengah tuntutan kesetaraan dan keadilan sosial modern?