Dalam sebuah masyarakat multikultural, seringkali terjadi konflik dan diskriminasi berdasarkan perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Bagaimana pemahaman mendalam tentang konsep Atman dan Brahman dapat menjadi landasan filosofis yang kuat untuk meredam konflik SARA dan membangun kerukunan dalam masyarakat?