Pernyataan tersebut kurang tepat, karena Moksa lebih dimaknai sebagai kebebasan batin dari keterikatan ego dan nafsu (avidya dan kama), bukan penolakan terhadap tanggung jawab sosial atau dunia. Seorang Jivanmukta (yang mencapai Moksa selagi hidup) tetap dapat hidup di dunia dengan kesadaran spiritual yang tinggi dan tanpa kemelekatan.