Pandangan tersebut tidak sepenuhnya tepat, karena meskipun Veda (Sruti) adalah sumber kebenaran abadi, interpretasi dan aplikasi ajarannya dalam bentuk Smrti (kitab-kitab susulan) dapat disesuaikan dengan Desa (tempat), Kala (waktu), dan Patra (keadaan) tanpa mengubah esensi kebenaran universalnya. Adaptasi diperlukan agar Dharma tetap relevan.