Upacara 'Manulangi' adalah tradisi memberi makan kepada orang tua atau yang dihormati sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan. Di tengah kesibukan hidup perkotaan dan pergeseran nilai keluarga, bagaimana ritual 'Manulangi' dapat dimaknai ulang dan dipraktikkan agar tetap relevan dan menguatkan ikatan keluarga tanpa harus terikat pada bentuk fisik yang rumit?