Kutipan 1 (dari Geguritan): "Sang prabu tan lali, ring dharma, ngwangun jagat, rahayu. Praja suksma, suka loka, nitya bhakti, ring sang hyang." (Raja tidak lupa dharma, membangun dunia sejahtera. Rakyat bahagia, selalu bhakti kepada Tuhan). Kutipan 2 (dari Cerpen Bali Modern): "Di tengah kepulan asap dupa dan hingar bingar upacara, Made merenung. Apakah kemewahan upacara ini sejalan dengan kemiskinan di sudut desa? Di mana letak keadilan yang sering diceriterakan para tetua?" Berdasarkan kedua kutipan di atas, bagaimana tema "kepemimpinan dan kesejahteraan sosial" direpresentasikan secara berbeda antara sastra tradisional dan sastra modern Bali?