Seorang pemuda Bali bernama Made sering merasa malu menggunakan Bahasa Bali di lingkungan pergaulan sehari-hari, terutama saat berkomunikasi dengan teman-temannya yang berasal dari luar Bali. Ia beranggapan bahwa Bahasa Bali terkesan 'kuno' dan tidak 'gaul'. Jika Anda adalah seorang guru Bahasa Bali, strategi persuasif paling efektif apa yang akan Anda gunakan untuk mengubah pandangan Made dan mendorongnya bangga berbahasa Bali?