Beberapa seniman kontemporer di Bali mencoba mengadaptasi seni pertunjukan tradisional ke dalam bentuk yang lebih modern, misalnya menggabungkan gerak tari klasik dengan musik elektronik atau visual art. Dalam konteks pelestarian dan pengembangan budaya, manakah kriteria paling penting untuk mengevaluasi keberhasilan adaptasi tersebut agar tidak kehilangan identitas aslinya?