Pementasan Topeng Pajegan di Bali memiliki fungsi sakral dan biasanya dilakukan dalam upacara keagamaan. Setiap topeng memiliki karakter dan makna filosofisnya sendiri. Jika seorang penari Topeng Pajegan tidak mampu menghayati karakter topeng yang dikenakannya, misalnya Topeng Sidakarya yang suci, dan hanya menampilkan gerak tari secara mekanis, bagaimana dampak paling signifikan terhadap pementasan tersebut dari sudut pandang ritualistik?