Jika kita membandingkan aksara pada prasasti yang ditemukan di Bali Utara (misalnya, Buleleng) dengan yang ditemukan di Bali Selatan (misalnya, Gianyar) dari periode waktu yang sama, seringkali ditemukan sedikit perbedaan dalam bentuk goresan atau stilistika tertentu. Apa kesimpulan paling rasional yang dapat ditarik dari observasi ini?