Sebuah prasasti ditemukan dengan aksara Bali yang sangat rapi dan seragam, namun gaya bahasanya terlalu mirip dengan bahasa Bali modern dan menyebutkan peristiwa yang tidak tercatat dalam sumber sejarah lain. Jika Anda seorang sejarawan, bagaimana Anda akan mengevaluasi keotentikan prasasti ini pada tahap awal?