Sebuah warta berbahasa Sunda di televisi melaporkan tentang kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri. Reporter di lapangan hanya mewawancarai beberapa pembeli yang mengeluh tentang harga, tanpa mewawancarai pedagang, distributor, atau pihak pemerintah terkait.Bagaimana dampak dari pelaporan berita semacam ini terhadap pemahaman publik?