Pada abad ke-18, musik klasik Eropa didominasi oleh gaya Klasikisme, yang menekankan keseimbangan, kejelasan, dan formalitas. Namun, pada akhir abad tersebut, muncul gerakan yang secara bertahap menantang ideal-ideal ini dengan mengedepankan ekspresi emosi personal yang mendalam, individualisme, dan ketertarikan pada hal-hal supranatural atau eksotis. Bagaimanakah pergeseran estetika ini mempengaruhi struktur dan orkestrasi karya musik?