Di era digital, media sosial menjadi platform utama bagi warga untuk menyuarakan aspirasi, mengkritik pemerintah, dan mengorganisir gerakan sosial. Namun, di sisi lain, media sosial juga rentan terhadap penyebaran disinformasi, kampanye hitam, dan manipulasi opini publik. Bagaimana dinamika ini menantang model partisipasi demokratis tradisional?