Dalam masyarakat kontemporer yang menjunjung tinggi individualisme dan kebebasan berekspresi, beberapa orang memandang Upacara Li sebagai bentuk batasan yang mengekang. Namun, seorang cendekiawan Khonghucu berpendapat bahwa 'Li' justru merupakan fondasi bagi kebebasan sejati. Bagaimana Anda menganalisis argumen cendekiawan tersebut berdasarkan ajaran Khonghucu?