Sebuah perusahaan teknologi besar mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) yang mampu memantau aktivitas karyawan secara detail, termasuk durasi kerja, interaksi sosial, hingga ekspresi wajah untuk mengukur tingkat kepuasan. Pihak perusahaan mengklaim ini untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Dari sudut pandang martabat manusia dalam ajaran Katolik, bagaimana seharusnya praktik ini dievaluasi?