Kelompok kategorial remaja di sebuah paroki menghadapi masalah serius berupa konflik internal, gosip, dan kurangnya rasa saling percaya antaranggota. Hal ini menyebabkan beberapa anggota menarik diri dan kelompok menjadi tidak efektif dalam pelayanannya. Sebagai pembina rohani, bagaimana Anda akan menanggapi situasi ini berdasarkan prinsip-prinsip hidup berkomunitas Kristiani?