Dalam cerita rakyat "Rawa Pening", tokoh Baruklinting yang berwujud ular akhirnya dapat mengubah dirinya menjadi manusia dan mengalahkan naga jahat setelah bertapa dan menunjukkan kesaktiannya. Namun, ia harus berkorban dengan tubuhnya yang berubah menjadi lidi dan menancap di tanah, yang kemudian menjadi asal mula Rawa Pening.
Apa nilai filosofis Jawa yang paling mendalam dari akhir kisah Baruklinting tersebut, yang relevan dengan konsep kepemimpinan atau pengorbanan?