Seorang sutradara ingin mementaskan sandiwara klasik 'Andhe-Andhe Lumut' dengan sentuhan modern. Ia memutuskan untuk mengubah latar waktu menjadi era kontemporer dan mengganti 'klenting-klenting' menjadi wanita karier yang bersaing memperebutkan 'Yuyu Kangkang' sebagai CEO perusahaan. Namun, ia tetap mempertahankan inti pesan moral mengenai ketulusan hati.