Seorang penulis novel Jawa memilih menggunakan sudut pandang orang pertama (aku) untuk menceritakan kisah seorang bangsawan yang berjuang melawan ketidakadilan di keraton. Apa kelemahan utama dari pilihan sudut pandang ini jika tujuan penulis adalah untuk menyajikan kritik sosial yang komprehensif terhadap sistem keraton?