Sebuah novel Jawa berakhir dengan kematian tragis tokoh utama yang selama ini berjuang untuk kemerdekaan desanya, dan perjuangannya tampak sia-sia karena desa tetap dikuasai penjajah. Apa dampak psikologis paling mungkin yang ingin ditimbulkan penulis pada pembaca dengan akhir cerita seperti ini?