Seorang peneliti sastra berpendapat bahwa novel Jawa di era pasca-kemerdekaan seringkali gagal merefleksikan pluralitas masyarakat dan cenderung berfokus pada satu etnis saja. Jika Anda adalah penulis novel Jawa yang ingin mengatasi kritik ini, strategi kreatif manakah yang paling efektif untuk menampilkan keberagaman secara otentik?