Perayaan Grebeg Maulud Keraton yang puncaknya ditandai dengan arak-arakan Gunungan, merupakan perpaduan harmonis antara tradisi Jawa dan syiar Islam. Namun, di era digital ini, seringkali esensi spiritual dan nilai-nilai luhur di balik Grebeg Maulud tereduksi menjadi sekadar tontonan massal atau ajang berburu rezeki. Bagaimana strategi yang paling efektif untuk mengembalikan dan memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, tentang nilai-nilai filosofis dan syiar Islam dalam Grebeg Maulud?