Upacara Mitoni atau Tingkeban seringkali dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap calon ibu dan janin, sekaligus permohonan keselamatan. Di era modern, dengan kemajuan teknologi medis, beberapa pihak berpendapat bahwa ritual-ritual ini sudah tidak relevan. Bagaimana Anda mengevaluasi relevansi filosofis Mitoni di tengah pandangan tersebut dan bagaimana tradisi ini dapat tetap dipertahankan tanpa kehilangan maknanya di masyarakat perkotaan?