Kutipan cerpen: "Sari menatap nanar sawah yang kini hanya menyisakan tunggul-tunggul kering. Dulu, setiap pagi ia mendengar deru traktor bapaknya, kini hanya desau angin yang membawa debu. 'Mungkin memang ini saatnya,' bisiknya, lebih kepada diri sendiri daripada pada siapa pun." Berdasarkan kutipan di atas, apa interpretasi paling tepat mengenai konflik batin yang dialami Sari dan bagaimana konflik tersebut merefleksikan tema besar cerpen tentang perubahan sosial?