Seorang politikus Hindu berjanji akan memberantas korupsi jika terpilih. Setelah terpilih, ia mendapati sistem birokrasi yang sangat rumit dan penuh praktik korupsi yang mengakar. Ia menghadapi dilema: apakah ia harus tetap berpegang pada janjinya secara mutlak, yang mungkin akan mengguncang stabilitas pemerintahan, ataukah ia harus berkompromi demi stabilitas, meskipun itu berarti melanggar janjinya? Berdasarkan prinsip Satya (kebenaran) dalam etika Hindu, bagaimana seharusnya politikus tersebut menanggapi dilema ini dengan bijaksana?