Konsep ahimsa (tanpa kekerasan) adalah salah satu pilar dharma. Meskipun beberapa Yadnya Veda kuno melibatkan pengorbanan hewan, Mahabharata secara halus menyajikan pergeseran penekanan Yadnya ke arah persembahan simbolis dan pengendalian diri. Bagaimana epik ini mempromosikan interpretasi Yadnya yang lebih etis dan internal, melampaui tindakan ritualistik semata?