Negara "Makmur Jaya" sedang menghadapi kondisi ekonomi yang dilematis: tingkat inflasi yang tinggi mencapai 12% per tahun dan tingkat pengangguran struktural yang juga tinggi akibat pergeseran industri. Pemerintah berencana mengambil kebijakan untuk mengatasi masalah ini. Jika pemerintah memilih untuk fokus mengatasi inflasi dengan kebijakan moneter kontraktif, sementara masalah pengangguran struktural diabaikan, apa dampak jangka panjang yang paling mungkin terjadi pada perekonomian "Makmur Jaya"?