Pemerintah Negara Z menghadapi dilema: Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius, mereka harus memilih antara mengalokasikan sebagian besar anggaran untuk proyek infrastruktur padat modal (jalan tol, pelabuhan, pembangkit listrik) atau untuk program peningkatan kualitas sumber daya manusia (pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, kesehatan masyarakat). Jika tujuannya adalah pertumbuhan yang berkelanjutan dan berdaya saing dalam jangka panjang, pilihan mana yang seharusnya diprioritaskan dan mengapa?