Konsep Anatta (tanpa inti kekal) seringkali disalahpahami sebagai nihilisme atau penolakan terhadap eksistensi individu. Namun, dalam ajaran Buddha, pemahaman Anatta memiliki implikasi mendalam terhadap praktik spiritual dan moral seseorang. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan implikasi praktis dari pemahaman Anatta?