Dalam ajaran Buddhisme, pengembangan batin melalui meditasi vipassana memungkinkan seseorang melihat realitas sebagaimana adanya (Yathabhuta-ñanadassana). Proses ini bukan sekadar relaksasi, melainkan restrukturisasi cara kerja pikiran. Niyama manakah yang paling mendasari kemampuan pikiran untuk mengalami transformasi sedalam ini?