Penggunaan singkatan, emoji, dan gaya bahasa campur kode (code-mixing) antara Bahasa Batak dan Bahasa Indonesia semakin umum dalam komunikasi digital kaum muda Batak. Bagaimana seharusnya sikap yang paling konstruktif dari para pemangku adat dan budayawan Batak terhadap fenomena ini agar Bahasa Batak tetap lestari dan relevan di era digital?