Seorang anak muda Batak, Riko, berencana membuka usaha kuliner modern yang menggabungkan cita rasa Batak dengan konsep fusion. Ia ingin menggunakan nama marganya sebagai identitas merek. Namun, beberapa kerabat seniornya khawatir hal ini akan 'merendahkan' marga jika usahanya tidak berhasil atau jika produknya dianggap tidak otentik. Evaluasilah sudut pandang kerabat senior Riko dan bagaimana Riko dapat menyikapinya dengan bijak.