Dalam upacara pernikahan adat Bali (pawiwahan), terdapat sesi sungkeman di mana kedua mempelai memohon restu kepada orang tua. Jika salah satu mempelai menggunakan basa kasar untuk berbicara dengan orang tuanya karena kebiasaan sehari-hari, apa konsekuensi sosial dan etika yang mungkin timbul dari tindakan tersebut?