Jika dalam sebuah drama modern Bali, tokoh utama yang berprofesi sebagai petani kecil digambarkan berjuang melawan korporasi besar yang ingin menggusur tanahnya. Sutradara memilih untuk menggunakan gaya pertunjukan Arja dengan dialog improvisasi dan interaksi langsung dengan penonton. Bagaimana pilihan gaya pertunjukan ini dapat memperkuat pesan kritik sosial drama?